Rabu, 11 Mei 2016

Apartemen di kawasan Bintaro dan BSD Serpong

APARTEMEN SWARNABUMI BINTARO @Sudimara Hunian modern Bintaro new projectPT. KOPEL LAHAN ANDALAN - KOPELLAD GROUP Memperkenalkan satu lagi Produk handal dan srltrategis untuk hunian & investasi yang berlokasi di perbatasan jombang-bintaro, Tangerang, dekat dengan stasiun KRL SUDIRMAN - JOMBANG. Dibangun di atas lahan +- 6000 M2, konsep apartemen pekerja ekslusif dengan banyak kemudahan dalam beraktifitas.
AKSES • +- 400 meter menuju stasiun Sudimara • akses bintaro-serpong - pondok aren- TB. Simatupang • +- 3 KM ke pusat bisnis dan Commercial Bintaro. • Dekat dengan pusat perbelanjaan: Bintaro Exchange. Lotte mall Bintaro, pasar tradisional Jombang, Hari-Hari Bintaro. • Dekat dengan rumah sakit: Rsbintaro premier, RS. Ichsan Medikal center, RS ibu dan anak dhia, RS ibu dan anak buah hati. • Dekat dengan sekolah: internasional high scope, sekolah alam kandang jurang doang. Sekolah alam tanah tinggal, universitas pembangunan jaya. KENYAMANAN • Sertifikat hak milik (Strata Title). • Hanya satu tower, seluruh unit memiliki view. • Koridor yang lebar dan nyaman. Fasilitas • Smart Card • Security 24 hours • CCTV • High speed Internet • Jogging track • kolam renang • 3 lantai parkir • exclusive 5 lift • Taman bermain anak • Gym • Commercial Area • Co-working area space • Parkir basement
More info Hubungi Yusuf Sales Executive SWARNABUMI BINTARO 0813-1094-6274 0857-7374-3904

Minggu, 04 Januari 2015

KNOWLEDGE MANAGEMENT TECHNOLOGIES AND CASE STUDY: LOTUS NOTES APPLICATION

KNOWLEDGE MANAGEMENT TECHNOLOGIES AND CASE STUDY:
LOTUS NOTES APPLICATION
Team Room merupakan generasi dari database catatan yang menambahkan struktur dan arah, dan dirancang untuk tim untuk datang bersama-sama dengan ruang elektronik yang berhasil dengan tujuan dan komitmen, untuk berkolaborasi dengan kolega, untuk menentukan sebagai misi bersama, untuk menyimpan dan memperbarui output kerja untuk proyek tertentu yang memiliki tujuan yang ditetapkan.
Team Room adalah alat untuk berbagi informasi dan kolaborasi. Namun. dengan menciptakan konteks untuk kerja tim, Team Room melakukan yang mungkin alat yang baik dilakukan, menciptakan pengaruh baik bagi individu dalam tim dan untuk tim secara keseluruhan. Karena teknologi ini dibangun di atas groupware catatan berbagi platform, konteks ini lebih kaya dan pengaruh lebih besar dari biasanya mungkin dengan mengirim tool seperti Email. Catatan juga membuat duduk memungkinkan Team Room untuk mendukung tim yang anggotanya yang secara geografis didistribusikan, dan yang terkadang tidak dapat terhubung ke jaringan komputer mereka.
Contoh pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih efisien dengan Team Room antara lain:
  • Meningkatkan & membahas isu-isu dan keprihatinan
  • Menciptakan produk kolaboratif, seperti: memo, presentasi, dll
  • Curah pendapat (yang mudah-mudahan mengarah ke resolusi dan tindakan
  •  Mempersiapkan pertemuan, seperti: satu dapat hadir dan berbagi informasi dalam Team Room sebelum pertemuan, sehingga waktu rapat dapat difokuskan pada pengambilan keputusan
  • Agenda pertemuan Pelacakan dan dihasilkan


TAXONOMY KNOWLEDGE MANAGEMENT TOOLS
Technology
Technology merupakan knowledge management yang objektif dan kuat. Diartikan bahwa sasaran KM Tools bukan hanya untuk mengelola proses pengetahuan. Tools dapat memfasilitasi proses pembangkit, penataan, dan membagikan pengetahuan melalui penggunaan TI. Selain itu juga dapat digunakan untuk menjelaskan anggapan, mempercepat komunikasi, mendapatkan pengetahuan tacit, dan membangun sejarah pemahaman dan kategori mereka (Grantham & Nichols, 1993). Tetapi secara umum, peran tools adalah murni sebuah pendorong dengan tanggung jawab berada pada manusia untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pengetahuan.

Knowledge Management Tools
Knowledge Management Tools merupakan gabungan dari kerangka nilai informasi kontekstual dan sebagainya, dimana kerangka itu dapat digunakan untuk mengevaluasi dan dapat dijadikan infromasi yang baru.
Pada dasarnya, tidak ada  sebuah KM Tools yang bisa berdiri sendiri, KM hanya dapat dimengerti jika memiliki konteks yang jelas, yang mana knowledge tersebut menggunakan metodologi yang tepat dengan konteksnya. Jika terlalu fokus  maka juga dapat menimbulkan salah pemahaman pada knowledge yang bersangkutan tersebut.
KM Tools sebenarnya dapat menjadi “Knowledge gatekeeper” bahwa perangkat ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan knowledge yang hanya dapat di akses orang yang berkepentingan pada knowledge itu saja.

Team Room maupun  Knowledge Management Tools merupakan salah satu ciri dari sebuah aplikasi Knowledge Management dan tools yang digunakan untuk memberikan keuntungan. Implementasi tersebut akan memberikan suatu dampak kolaborasi yang saling mendukung satu sama lainnya.

Minggu, 02 November 2014

Case Study 2

Kelompok 1

Jaguar Teno         1501192211
Sunafis Piero       1501185976
Yusuf Fajar          1501204445
Willy KOK          1501209080

Sejak Polanyi (196219661967)menerbitkan karya mani pada pengetahuantacit, telah ada peningkatan minat dalam topikKomentar yang menarik adalah bahwa ini adalah topik yangsementaraterletak di dalam domain manajemen pengetahuan (Dierkes et al2003;Easterby-Smith dan Lyles2003)meliputi disiplinberagam seperti manajemen sumber daya manusia (Nonaka, 1994)organisasi belajar(Hedberg dan Wolff2003; Mertins et al,2001;Applegate et al 1987;Takeuchi danNonaka2004)studi media (Bu Chel danRaub2003)psikologi sosial (DeFillippi danOrnstein2003) dan ekonomi (Foss danMahnke2003)Easterby-Smith dan Lyles(2003), serta menyajikan meta-analisis topik dalam manajemen pengetahuan domaindan dampak masa depanmereka mengusulkan agenda untuk penelitian masa depan dalam bentuk peta di mana kitatelah menempatkan penelitian makhlukdilaporkan di sini (lihat Gambar 1).

Database adalah kerangka kerja bagi proses interaktif dan iteratif yang bertujuan
memunculkan pengetahuan tacitDalam prakteknya ini berarti bahwa jikaresponden bisa 'mengeruk 'pengetahuan tacit yang dibutuhkan untuk membuat penilaian tentang sifat, status dan menempatkan hubunganitu bisa dikatakan telah muncul.. Lingkungan dibatasi terdiri dari driver bisnis perusahaan yangdinyatakan dihargai tujuan organisasi.Proses merancang, mengembangkan dan mengisi ladang-ladang dalam databaseadalah kualitatifproses-berorientasi dan di atas semua interaktifMengingat parameterdasar pemikiran database, pengguna datanguntuk memiliki banyak desain dan pengembangan prosesBagian berikutnyamenguraikan pemikiran di balik studi ini.

Situs dunia ditangani oleh ilmu pengetahuan sesuai dengan prinsip-prinsipdalam pikiran karena satu-satunya duniayang tersedia bagi pikiran sudahdiselenggarakan sesuai dengan prosespikiran sendiriSemua kognisi manusia di dunia disalurkan melalui kategori pikiranmanusia (Tarnas, 1991).
Untuk ini '' masuk akal 'untuk dihargai,isyarat kontekstual dan relasionalberinteraksi dengan konten faktualMereka mengambil tantangan apakah pengetahuan tacit dapat muncul atau muncul tapi pada saat yang sama tetap sangat tertarik denganspekulasi tentang masa depan dan perubahan (Dierkes et al., 2003)Ada asumsidalam beberapa literatur bahwa jikapengetahuan ada itu dapat ditangkap dalam totalitasnya dan diambil menggunakanteknologi tepat guna.
Para penulis mengusulkan bahwa penangkapan pengetahuan tacit tunduk pada tiga kondisiSatumotif teleologismendasari tujuan untuk menangkap nya;dualingkungan terbatas di mana kegiatan usaha dilakukan untuk mendukung tujuan perusahaan dan driver bisnis utamanya;dan tigakosakata terkontrol yang masuk akal untuk kedua responden dalam kontekssifat sebenarnya dari kegiatan usahaDalam upaya untuk menentukan pengetahuan tacit dalam 'lingkungan dibatasi 'perlu untuk menemukan atribut kunci dalam bisnis.Tujuan pengetahuan teleologis mengacu pada tujuan akhir yang diperoleh dan diperlukan pengetahuan untukkeberhasilan kegiatan usahaHal inimenegaskan bahwa Teleos adalah integral,dan implisit dalamdriver bisnis kunci tertentu dari organisasi

Argumen kontekstual untuk proposisi

Parameter yang ditetapkan untuk penelitian. Pada dasarnyaresponden dalam organisasi kasus mengembangkan hubungan, yang jatuh ke dalam beberapa kategorimulai dari kuat untuk berisiko.Sebagai petunjuk untuk memoriartefakseperti kartu nama dan / atau simbol lainnya tetap dipertahankan olehresponden.
Gambar 2 juga menggambarkan bagaimanamasing-masing unit bisnis AB dan C dalam organisasi kasus kami sejalan dengandanmerespontujuan perusahaan organisasi.Namun, menjadi unit bisnis yang terpisahmasing-masing set juga berbeda dari outputuntuk mencapaiHal ini ditunjukkan olehkalangan berbayang berbedaDemikian puladriver setiap unit bisnis adalah bisnisunit-spesifik, sesuai dengan konseplingkungan terbatas. Sebagai contoh, untuk unit bisnis pemasaran ini bisa berhubungan dengan ukuran pasarkarakteristik basis konsumenlokasi geografis dari basis klien;Jenis industri mereka atau kelompoklini produk;

Kesimpulan dari penelitian ini adalahbahwa 'Kerangka kiamat Tacit 'tidak sadar diterapkan dalam 'lingkungandibatasi 'oleh responden ketika mereka pergi tentang kegiatan usaha sehari-hari mereka.
Gambar 3 diagram merangkum tiga bagiankonseptual 'Kerangka Tacit '':
1. analogi Pantry Paradigma yang digunakan;
2. keberadaan dan penggunaan pengetahuan tacit dan eksplisit diakui, setiap corpus berinteraksi dengan, dan dipicu oleh, keharusan perusahaan tertentu, sehingga hampir pasti dalam penciptaan pengetahuan tacit baru sebagai pengetahuan eksplisit diterapkan dan kembali diterapkan-untuk kegiatan usaha; dan
3. '' Tacit dan Eksplisit Kendaraan '' adalah bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang terlibat dalam aktivitas bisnis dalam organisasi, baik melalui bahasa penggunaan formal dan informal yang dapat dikategorikan sebagai: Fields, Descriptors dan Tacit Knowledge Item.
Pengumpulan data dan hasil
Pengumpulan data menunjukkan berbagai prosedur pengumpulan data yang digunakan selama berkelanjutan periode dua tahun penelitian. Hal ini sesuai dengan salah satu kriteria dibahas oleh Cresswell(2003) yang menyatakan bahwa di manaberbagai metode pengumpulan data yangdiperlukan untuk melayani keperluanpenelitianmetode kasus dapatdipekerjakan.
Tahap 1. pengamatan Awal kegiatan usaha 
- Kegiatan dipetakan ke skema- Pengetahuan tacit 'dibuang 'dalambahasa alami.
Tahap 2. Spreadsheet digunakan untuk mengurutkan kategorimemungkinkanuntuk lebih lanjut dumping itempengetahuan tacit di Situs 1 - Selanjutnya kembali fi nement kategori,dan kategori baru ditambahkan ke daftarkosa kata terkontrol-Definisi yang operasional yang diterapkan pada setiap deskriptor dalam kosa kata terkontrol setelah konsensus yang dicapaidengan respondenDemonstrasi kepada manajemen bahwa aktivitas bisnis dapat ditangkap dan dimanipulasi sesuai tujuan perusahaan.
Tahap 3. Prototipe yang dikembangkan -Prototipe dispesifikasikan dan dibangun untuk bukti konsep bahwa pengetahuantacit bisa dikategorikandijelaskan dan rela'dibuang 'dan diambil terhadap driverbisnis dengan menggunakan logika Boolean.
-Responden dari situs kedua diuji prototipedan ditambahkan ke catatan dengan memasukkan pengetahuan tacit mereka.

Tahap 4. Bukti konsep yang diterima 
- basis data online disetujui untukmembangun sistem-Dianjurkan bahwa database ditempatkanpada platform IT Badan pada intranetdalam rangka bahwa akan mudah diaksessetiap responden pada titik kerja mereka.




Diskusi dan kesimpulan
Implisit dalam evolusi dari penelitian ini adalah fakta bahwa proses penemuan itu tertanam dalam temuan-temuanbahkan sampai  temuan yang tertanam dalam satu sama lainHal ini didukung oleh karyaSwart dan Pye (2002) dari pengetahuan tacitkolektifdi mana mereka menggambarkan bagaimana responden mereka disebut ''representasi 'mereka mengadakan apa yang 
 mereka anggap'diwujudkan dalampola interelasi ''. Swart dan Pye (2002)menemukan lebih 'ekspresi dan tindakan kompleks  , gambar atau peta keterkaitanyang tertanam dalam organisasi '(Swartdan Pye2002hlm11-12(huruf miringoleh penulis)Aspek yang mendasariwawasan ini bahwa representasi dibentuk oleh tindakan, yang mengarah pada proses '' deskripsi 'dan konsep inidigambarkan oleh:
Kombinasi membentuk kembali dan bimbinganmenggambarkan bagaimanatindakan menjelaskan-(bentuk danpanduanrepresentasi dan sebaliknya.Dalam studi tersebut peneliti, mendeskripsi pengetahuan tacit  dengan cara kosa kata terkontrolyang membumi dan berbentuk melalui pembuatan rasakolektif respondenOleh karena itu,deskripsi penelitian ini dilaporkan karenaterjadi dan berkembang melalui interaksi denganliteraturrespondendan,partisipasi aktif dari penelitiPenegasanelegan bahwa orang tidak selalu tahu apa yang mereka ketahui (Polanyi, 1962) jugaterbukti dalam penelitian inidan selanjutnya divalidasi metode yang digunakan untuk kemunculan danpenangkapan pengetahuan tacitSedangkankriteria yang digunakan untuk membuat penilaian tentang potensi hubungan adalahtopik tertentu dari penelitian ini, disarankan metodologi dibuat cukup kuat untuk diterapkan pada konteks lain di mana pekerjaan pengetahuan ahli ditransaksikan.

Case Study 1

Kelompok 1
Jaguar Teno         1501192211
Sunafis Piero       1501185976
Yusuf Fajar          1501204445
Willy KOK          1501209080

Yayasan Penelitian Kerja Air Asosiasi Amerika (AWWARF) dan Yayasan penelitian Air
Lingkungan (WERF) didanai proyek penelitian berjudul "Suksesi
Perencanaan untuk Tenaga Vital di Era Informasi. "Penelitian ini dimulai pada bulan Januari 2003.
Penelitian ini didorong oleh sejumlah faktor yang beragam, termasuk:
• Demografi tenaga kerja saat ini yang diharapkan dapat menutupi hilangnya
 karyawan senior yang cukup besar selama 10 tahun ke depan;
• Perubahan sifat yang baru, pengganti tenaga kerja;
• Perubahan kebutuhan pelatihan bagi karyawan baru sebagai tanaman utilitas kami menjadi lebih otomatis
• Miskin kesiapan utilitas yang sehubungan dengan manajemen pengetahuan,
perencanaan suksesi dan retensi.
Sementara utilitas air pada umumnya mengatasi masalah yang terkait dengan tenaga kerja berubah, bidang air limbah sangat rentan terhadap hilangnya pengetahuan sebanyak pekerjaan dan
layanan tenor bertepatan dengan diundangkannya Undang-Undang Air Bersih pada tahun 1972.
Berdasarkan pada perkenalan singkat para peserta FCSA pada pertemuan kickoff, itu jelas rata-rata usia kelompok studi percontohan memenuhi atau melampaui statistik usia industri.
Pendekatan studi percontohan terdiri dari:
• Identifikasi proses
• Identifikasi proses kritis
• Modus Kegagalan dan efek Analysis (FMEA)
• Pemetaan Pengetahuan
IDENTIFIKASI PROSES
Untuk mengidentifikasi proses berisiko tinggi, tim kerja utilitas diminta untuk mencetak daftar proses menggunakan sistem penilaian tiga bagian:
• Kecukupan / tersedianya dokumentasi
• Kemungkinan masalah eskalasi jika tidak segera ditangani (yaitu, akan situasi lebih buruk jika tidak ditangani dengan benar), dan
• Dampak dari proses pada proses lainnya (jika proses berjalan buruk akan mempengaruhi proses lainnya).
Tim kerja
Setelah  latar belakang presentasi,informasi , alat dan prosedur yang akan digunakan selama dua hari, kelompok melakukan pemetaan dan menangkap pengetahuan latihan bersama di bidang Air Limbah Koleksi dari respon terhadap masalah fisik dalam sistem pengumpulan untuk menunjukkan penerapan proses . Kemudian Operasi dan Distribusi / Koleksi staf dibagi menjadi dua sub-kelompok untuk mengatasi proses individual. Daftar induk dari proses yang telah diidentifikasi FCSA untuk lokakarya menangkap pengetahuan:
1. Air Limbah Koleksi
- Air Limbah Stasiun Pompa Overflows: Kehilangan Power.
- Pelaporan / Pencatatan: Dokumentasi.
- Backup: Penyebab utama arus
- Rencana Kerja: Membersihkan, Kinerja, SOP
Distribusi
2. Air
- Layanan / isu Restorasi: Diameter sama atau lebih besar 16 "
- Layanan /isu Restorasi: Air Tambahan Dibutuhkan Dari Winchester
3. Pengolahan Air Limbah
- IPAL Umum: Api, Banjir, Badai Kerusakan
-IPAL Umum: Kapasitas Pabrik Ekspansi
- Biosolids Pembuangan: Peralatan Baru
4. Pengolahan Air
- Sumber / Persediaan Fasilitas: Kota Kehilangan Sumber Air
- WTP Operasi: Respon untuk Proses yang Mengganggu
- WTP Operasi: Kontrol Manual
- Filtrasi: Ganti Media & Dukungan Kerikil
- Laboratorium: Respon Masalah Kualitas Air
CARA KEGAGALAN DAN ANALISIS PENGARUH
Mode Kegagalan berikutnya dan Efek Analysis (FMEA) menggunakan satu set yang berbeda dari criteria kekritisan:
• Dampak dari peristiwa kegagalan, termasuk tingkat keparahan efek kegagalan
• Diharapkan frekuensi kejadian, dan
• Kemungkinan bahwa sistem akan mendeteksi penyebab atau kegagalan modus jika terjadi
Upaya tim kerja 'mengakibatkan 4 proses dimana proses pengetahuan disiapkan:
• Backup: Penyebab utama arus
• Layanan / Isu Restorasi: Diameter sama atau lebih besar 16 "
• WTP Umum: Api, Banjir, Badai Kerusakan
• WTP Operasi: Manual Control
PEMETAAN PENGETAHUAN
Untuk membuat peta pengetahuan, beberapa parameter dasar yang berkaitan dengan "proses" harus didefinisikan. Ini termasuk:
• Proses output
• Pengguna output
• Orang yang bertanggung jawab  dalam proses,
• Pekerja dalam proses,
• Para pemangku kepentingan dan pihak yang berkepentingan dalam proses,
• Awal dan akhir dari proses dan
• Karakteristik kualitas proses.

Minggu, 12 Oktober 2014

Knowledge Management Cycle menurut Wiig

Creation : Pada tahap ini individu baik atasan atau bawahan berusahan menciptakan ide baru yang berguna dan dapat digunakan dalam perusahaan.gy   

Sourcing : Pada tahap ini perusahaan memperoleh informasi yang dibutuhkan baik dari dalam atau luar perusahaan  serta memastikan informasi yang diperoleh sudah benar.

Kompilasi : Pada tahap ini organisasi yang telah memperoleh informasi kemudian menyimpan informasi sehingga jika perusahaan ingin mempergunakan informasi yang mereka miliki tinggal mencarinya di tempat penyimpanan informasi.

Transformasi : Pada tahap ini setelah informasi yang dibutuhkan telah terpenuhi, perusahaan menggunakan informasi tsb untuk meningkatkan kinerja dalam perusahaan.

Diseminasi : Pada tahap ini perusahaan memperoleh pengetahuan dan memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam perusahaan untuk memajukan perusahaan.

Aplikasi : Pada tahap ini perusahaan mengubah informasi yang telah didapat menjadi aplikasi yang digunakan perusahaan dalam kiatan rutinnya untuk membantu meningkatkan kinerja perusahaan.

Realisasi Nilai : Pada tahap ini perusahaan mendapatkan hasil dari penerapan pengetahuan yang digunakan perusahaan apakah hasilnya baik atau buruk bagi perusahaantugasbinuskm.blogspot.com.

Aspek yang mempengaruhi keberhasilannya adalah :

Creation :  
            1. bawahan dan atasan harus bekerja dengan keras
            2. fokus pada tujuan
            3. menjunjung tinggi komitmen
            4.berfikir bahwa karyawan sebagai asset perusahan
               
Sourcing :
1              .       Menseleksi  sesuatu yang di butuhkan perusahaan
2               .       Evaluasi kebutuhan perusahaan

Kompilasi :
1               .       Informasi tersebut di konversikan menjadi bentuk berkas yang dapat di eksekusi oleh computer.
2               .       Membutuhkan komplier untuk menejermahkan bahasa computer,

Transformasi :
         1.       Mendesain dan mengelola suatu upaya transformasi
         2.       Mendukung proses manajer dalam program transformasi
         3.       Melibatkan peranan karyawan pada proses transformasi tersebut

Diseminasi :
                Memperoleh pengetahuan:
1.       Memanfaatkan pengetahuan karyawan
2.       Belajar dari pengalaman
3.       Melaksanakan proses perubahan terus menerus
Memanfaatkan pengetahuan:
1.       Individual komunikasi tertulis(memo,laporan,surat)
2.       Pelatihan (Konsultan internal,program pendidikan, on-the-job-training)
3.       Mentoring

Aplikasi;
1.       Data yang di miliki terintegrasi
2.       Memudahkan dalam control perusahaan backup data
3.       Mendukung pengambilan keputusan

Realisasi Nilai:
1.       Evaluasi terhadap kinerja karyawan, apakah pengetahuan yang dimiliki sudah di terapkan kepada perusahaan
2.       Adanya manajemen training

#binus#komputerisasiakuntansi#knowledgemanagement

PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PT. UNILEVER INDONESIA

  1. SEJARAH PT UNILEVER INDONESIA

    Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.

    PT.Unilever Indonesia (ULI), Tbk adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang berhasil dalam penerapan knowledge management. Misi ULI adalah "peningkatan vitalitas hidup", hal ini dapat terpenuhi melalui produk-produk mereka yang inovatif, unggul dan ekonomis. Untuk hal tersebut ULI sangat berkomitmen untuk membawa ilmu pengetahuan dan dan keahlian internasional mereka untuk dapat melayani konsumen setempat. Dari misi dan komitment tersebut ULI fokus pada memenuhi kebutuhan pelanggan, pengembangan karyawan, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berbagi pengetahuan.

    VISI dan MISI PT. UNILEVER


    Visi Unilever adalah “To become the first choice of consumer, costumer and community” yaitu menyediakan produk bermerek dan pelayanan yang secara konsisten menawarkan nilai dari segi harga dan kualitas, dan yang aman bagi tujuan pemakaiannya.


    Misi Unilever adalah

    1. Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen
    2. Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.
    3. Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
    4. Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
    5. Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup
    Penerapan Knowledge Management di PT. Unilever

    Komunikasi pemasaran yang bersifat One-Voice

    Maksudnya adalah, walaupun elemen komunikasi pemasaran yang digunakan berbeda-beda dalam meraih konsumen namun semua itu harus dapat dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi yang bekerja pada elemen-elemen yang berbeda tersebut. Komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan brand awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat menimbulkan hasil penjualan yang baik.

    Pengembangan SDM

    Karyawan merupakan aset berharga bagi ULI, karena itu mereka membuat strategi dan sistem human capital yang komprehensif.Beberapa hal yang dilakukan antara lain Performance Development Program (PDP) yaitu rencana pengembangan setiap karyawan sesuai dengan pekerjaan masing-masing. setiap pertengahan tahun PDP dimonitor melalui Continuous Improvement Discussion (CID) untuk membahas hal-hal yang perlu dilakukan untuk pengembangan karyawan.

    Budaya Coaching

    Budaya coaching disini dilakukan dengan menempatkan senior manager untuk menjadi coach suatu department. Sebelum menjadi coach, mereka dibekali dengan pelatihan dan teknik coaching. Untuk budaya coaching ini diberi namaBuilding Leaders as Generative Coaches.

    Budaya Sharing Knowledge

    ULI menuntut senior manager menjadi learning champion yang dengan sukarela membagi pengetahuan karena mereka adalah ahli dalam bidangnya.
    Hal-hal yang dilakukan ULI adalah

    1. Learning award bagi management dan karyawan yang berkontribusi aktif dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman.
    2. Retrospect berupa program penulisan tacit yang diperoleh dari pengalaman para karyawan, dan bagi yang dianggap baik akan dipublikasikan di situs departemen mereka. 
    3. SOLAR (Share of Learning and Discussion) ajang dimana pimpinan luar ULI datang sebagai narasumber
    4. Good idea merupakan inisiatif yang memfasilitasi karyawan (dengan berbagai level) untuk menyampaikan ide sederhana (dalam bentuk apapun) yang memiliki dampak besar bagi organisasi.
    Strategi Teknologi Informasi

    PT. Unilever menjalankan Komunikasi pasar terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC). Strategi ini merupakan upaya perusahaan untuk memadukan dan mengkoordinasikan semua saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, cara untuk mendekatkan diri dengan customer agar customer lebih mengenal produk dan perusahaan.Fasilitas untuk knowledge sharing

    Beberapa fasilitas yang dibangun ULI adalah
    1. Learning Centre di Mega Mendung puncak dengan kelas dan e-learning.
    2. Knowledge Club Online dan Online Library yang berupa database pengetahuan dan perpusatakaan online
    3. Intranet yang berisi semua aktivitas dan informasi organisasi terutama scoreboard yang berisi progres pencapaian kinerja organisasi.
    Tujuan Penerapan Knowledge Management Terhadap PT Unilever
    Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen pengetahuan bagi perusahaan Unilever antara lain:
    1. Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
    2. Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
    3. Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.
    4. Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.
    Pengembangan Knowledge Management di PT Unilever

    Salah satu keunggulan Unilever Indonesia dalam mengembangkan Knowledge Management maupun menciptakan Learning Organization adalah kemampuannya dalam menciptakan berbagai program pembelajaran yang unik dan menarik. Awalnya program ini ada yang merupakan usulan karyawan, sebuah ide yang secara tidak sengaja disampaikan dalam sebuah pembicaraan maupun hasil dari analisa kebutuhan untuk memanfaatkan berbagai media yang ada.

    Program pembelajaran yang dirancang antara lain:

    1. Sharing Pengetahuan
    Sharing ini bersifat mendalam dengan menghadirkan tokoh-tokoh di perusahaan.

    a. Kowledge Club à adalah sebuah talk show menghadirkan nara sumber dari top management atau senior manager di mana mereka berbagi banyak hal mulai dari keahlian khsusus, pengetahuan teknis dan non teknis, pengalaman pribadi dan berbagai hal lainnya untuk menjadi sebuah pembelajaran bagi seluruh karyawan yang mendengarkan.

    b. Retrospect à sebuah proses melakukan kilas balik atau retrospeksi atas apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Topik yang dibahas terutama project-project yang dilakukan perusahaan baik yang berhasil maupun gagal. Jika berhasil akan menjadi catatan bagi generasi penerus untuk keberhasilan yang lebih besar di masa mendatang. Sedangkan dari project yang gagal semua orang belajar pelajaran apa yang dapat dipetik dari kegagalan tersebut sehingga dapat dihindari di masa mendatang. Retrospect dilakukan lewat talk show dan kemudian hasilnya dirangkum dalam sebuah dokumen learning dengan gaya pembahasan berupa artikel bisnis sebagai dokumen berharga bagi generasi selanjutnya di perusahaan.

    2. Sharing Informal

    a. SOLAR (Share of Learning and Result) à program ini dirancang agar siapa saja bisa memberikan sharing pengetahuan dan pengalaman terutama yang berkaitan pekerjaan atau mendukung seseorang untuk berkarya lebih baik lagi. Selain memanfaatkan kontributor dari para internal trainer di perusahaan juga sesekali mengundang pembicara tamu.

    b. GLAD (Group Learning and Development) à adalah proses sharing dari karyawan yang lebih senior kepada adik-adiknya tentang dunia kerja, pengalaman pribadi, maupun tips-tips dalam menjalani tantangan di pekerjaan maupun kehidupan pribadi.

    c. Video Café à sebuah program unik di mana para peserta menyaksikan program video interaktif tentang berbagai topik pengembangan diri sambil menikmati kopi hangat yang membangkitkan selera.

    d. Book Club à dirancang agar karyawan yang gemar membaca mendapat wadah untuk memberikan sharing kepada karyawan lainnya tentang pelajaran dan ilmu yang didapat dari buku-buku yang pernah dibacanya.

    3. Online Sharing

    Agar sebuah aktivitas pembelajaran (learning) dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja, maka hampir seluruh kegiatan di atas memiliki catatan baik berupa dokumentasi video, rekaman suara, laporan pembahasan, maupun presentasi yang dipakai para kontributor. Seluruh materi ini disimpan dan ditata dengan rapi dalam situs internal perusahaan yang diberi nama K-Club yang berarti Knowledge Club. Kapanpun dan dimanapun karyawan bisa mengakses materi tersebut untuk kemudian dijadikan referensi. Sebagai perusahaan yang mendukung budaya belajar bagi seluruh karyawannya, tidak lengkap rasanya jika tidak memiliki sebuah perpustakaan. 

    Untuk itu Unilever memiliki perpustakaan yang menyediakan berbagai buku menarik terkait bisnis dan pengembangan pribadi bagi seluruh karyawan.Untuk memudahkan dibuat sistem online library sehingga seorang karyawan di manapun dia berada bisa mengakses dan mencari buku yang dibutuhkan dari meja kerjanya. Dengan sekali klik maka buku tersebut akan tercatat dan dikirimkan ke lokasi kerja karyawan tersebut. Koleksi perpustakaan ini dilengkapi pula dengan koleksi digital lainnya seperti e-book, ringkasan dari buku-buku bisnis maupun ditambahkan modul-modul training yang dirancang dan dibuat sendiri oleh karyawan.

    Learning Award

    Dalam melakukan knowledge management, PT Unilever Indonesia melakukan berbagai pendekatan program pembelajaran (Learning). Proses kegiatan pembelajaran tersebut secara total company, Unilever Indonesia akhirnya merumuskan sebuah program yang disebut Learning Award. Program ini mewadahi hampir seluruh kegiatan pembelajaran di perusahaan baik yang sifatnya formal dan terstruktur maupun yang informal dan sporadis.Learning Award adalah suatu sistem untuk memotivasi orang-orang yang memberikan sharing pengetahuan dan pengalaman kepada rekan kerja yang lain. Atas kontribusi tersebut, mereka mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah sebagai bentuk apresiasi.

    Perlu diingat disini, apresiasi tidak harus berbentuk materi karena apresiasi tertinggi justru dirasakan ketika seseorang merasa bisa berkontribusi banyak kepada rekan kerjanya yang lain lewat sharing berbagai pengetahuan dan pengalaman serta ketika dia dihargai sebagai salah satu internal trainer di perusahaan. Setiap tahunnya ditentukan karyawan-karyawan terbaik yang berjasa besar dalam program pembelajaran dengan pemberian penghargaan (award) tertentu seperti Learning Champion of The Year, Coach of The Year, The Most Active Contributor, The Most Valued Contributor, Top Scorer Award dan secara khusus sebagai pimpinan perusahaan akan memberikan selamat dan penghargaan yang menciptakan kebanggaan bagi para kontributor kegiatan pembelajaran dan membuat mereka semangat untuk lebih berkontribusi dan lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini pada akhirnya ditujukan untuk kemajuan perusahaan agar  terus menjadi terbaik.


    Keunggulan menggunakan knowledge management pada PT Unlilever Indonesia antara lain:

    1. Dapat mewujudkan kreatifitas dan inovasi yang bersumber pada pengetahuan sehingga terdorong karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
    2. Dapat meningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah didapat akan digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.
    3. Memberikan dampak positif kepada budaya di dalam PT Unilever Indonesia yaitu budaya coaching dan Sharing Knowledge
    4. Pengetahuan dalam membina hubungan baikdengan stakeholders dan customers.
    5. KM ini memberikan manfaat ke seluruh komponen framework (People, Process, Technology, Governance) sudah tersedia dan berjalan, guna memberi manfaat dan dukungan bagi suksesnya perusahaan.
    6. Dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi perusahaan, karena perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi
    7. Kemampuannya dalam menciptakan berbagai program pembelajaran yang unik dan menarik.


    Kekurangan knowledge management tersebut, antara lain:

    1. Dibutuhkan Knowledge-Based Opportunities and Threats untuk membandingkanan strategi knowledge yang dimiliki perusahaan PT.UNILEVER dengan perusahaan kompetitor lainnya.
    2. Dibutuhkan Knowledge management Assessment, adalah analisa sistematis untuk mengukur kemampuan dari Knowledge management yang ada di perusahaan pada saat ini untuk mengetahui apakah knowledge management yg di terapkan sudah efektif dan sudah efisien.
    0 

    Tambahkan komentar

Memuat